Minangkabau

Terus Berjuang

Admin Terus Berjuang adalah putra asli Minangkabau tepatnya di Kabupaten Solok. Oleh karena itu pada laman blog ini pembaca akan disuguhi dengan foto alam Minangkabau tempo dulu. Mengapa admin mengambil tema alam MInangkabau? yaa... karena Admin sangat suka pada alam Minangkabau tempo dulu yang masih asri, sekarang masih ada, tapi sudah ada perubahan dari waktu ke waktu.

Mesjid di Sumatera Barat tempo dulu
Terlihat digambar bahwa mesjid tempo dulu masih beratap ijuk dengan corak khas Minangkabau yang tidak memakai kubah. Menara Mesjid juga terlihat kokoh didepan mesjid dan lengkap dengan kolam didepan mesjid, jika ingin berkunjung kesana untuk berwisata, sahabat TeBe masih bisa melihat dan shalat di mesjid ini. Mesjid ini terletak di daerah Koto Baru Padang Panjang.




Rumah Adat Minangkabau
Gambar ini adalah bentuk Rumah Adat Minangkabau tempo dulu yang bernama rumah gadang yang berbentuk seperti kapal layar, Rumah adat Minangkabau ini adalah rumah yang tahan gempa karena dibuat dari tanpa paku dengan tiang-tiang yang saling menyangga dan tidak tertanam ditanah. dengan demikian ayunan gempa akan diikuti oleh rumah gadang sehingga rumah tetap aman untuk ditempati.

Untuk saat ini Rumah adat MInangkabau sudah banyak yang terbuat dari semen sahabat TeBe, karena semakin susahnya kayu sebagai bahan baku utama, dan juga sudang menggunakan paku untuk menyambung material bangunan.


Rangkiang


 Rangkiang


Gambar diatas adalah lumbung padi masyarakat Minangkabau disebut dengan Rangkiang. Rangkiang bianya terletak didepan Rumah Gadang, Posisi Rangkiang juga menentukan fungsinya lho sahabat TeBe, ada yang berfungsi sebagai penyimpan bahan makanan pribadi untuk keluarga dan ada juga Rangkiang yang berfungsi sebagai tempat menyimpan padi diperuntukkan untuk masyarakat dalam bentuk kegiatan sosial untuk meringankan beban warga masyarakat yang membutuhkan makanan.

rumah tempo dulu di sumatera barat tengah sawah

Kalau ini adalah Pondok sawah, fungsinya untuk meletakkan perlengkapan pertanian agar lebih efisien dan repot dibawa pulang setiap hari. ketika panen massal, pondok sawah ini sangat ramai sekali lo sahabat TeBe oleh para petani. Pondok ini digunakan juga sebagai tempat makan dan untuk beristirahat dikala sedang bercocok tanam.


kincir air

Dan terkahir gambar diatas adalah gambar Kincir Air. Kincir Air di Minangkabau digunakan untuk menumbuk padi, selain itu juga digunakan untuk mengangkat air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi.

Demikianlah beberapa wajah Minangkabau tempo dulu. Mari kita saling menjaga kelestarian alam kita. Salam hangat dari admin TeBe.